Welcome to GKI Taman Aries Website
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
(Efesus 2:19-22)
MENYATU DENGAN ALLAH DAN BERKARYA
Kisah Para Rasul 1:6-14; Maz 68:2-11, 33-36; 1 Petrus 4:12-14, 5:6-11; Yoh 17:1-11
Injil Yohanes membahas secara khusus mengenai dunia/kosmos, di mana manusia hidup di dalamnya yang penuh dengan kejahatan, penuh dengan ancaman, marabahaya, menakutkan dan manusia berusaha penuh untuk berjuang demi kehidupannya. Karena itulah Injil Yohanes sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini dan Injil Yohanes melihat perlunya Firman Tuhan hadir untuk menyelamatkan umat manusia.
Yohanes 17 ini mengulas doa Yesus untuk para muridNya, doa ini memiliki keakraban dan keutuhan di dalamnya, bahkan doa tersebut hingga saat ini masih menjangkau kita semua. Doa ini sangat khusus dan mendalam, baik untuk para murid pada waktu itu, untuk kita semua pada saat ini, di mana kita bergumul dalam kesulitan kehidupan ini.
Ada dua bagian penting dalam doa Yesus tersebut yaitu: pertama, Yesus tidak berdoa untuk para murid diambil masalahnya dari dunia sehingga lepas dari pergumulan mereka, namun mereka tetap di dalam dunia untuk mempersaksikan karya Kristus, dan kedua, doa Yesus juga agar murid-murid Yesus senantiasa dikuduskan di dalam kebenaran Kristus.
Banyak orang Kristen tidak menghayati kebenaran yang sesungguhnya, tetapi mereka mengikuti kebenaran versi dunia yang berakhir pada kebebalan. Terkadang kebenaran menjadi begitu relatif, di kala kebenaran dilakukan hanya seorang diri, menjadikan kebenaran itu tidak benar karena yang lain semua mengikuti yang salah. Inilah standar yang ditawarkan oleh dunia, BUKAN kebenaran di dalam Kristus.
Tuhan Yesus mendoakan agar kesatuan para murid seperti kesatuan Tuhan Yesus dengan BapaNya. Kesatuan yang dimaksud oleh Kristus adalah bukan kesatuan yang fenomenal atau lahiriah yang sifatnya keropos di dalamnya atau kesatuan yang sifatnya egosentris untuk kepentingan kita sendiri, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan konflik kepentingan dan kemudian pada akhirnya, kebenaran Tuhan tidak mampu ditegakkan. Doa Yesus adalah kesatuan yang sifatnya spiritual, kesatuan seperti Kristus dan Bapa. Tujuan kesatuan spiritual agar kita semua bisa berkarya dalam dunia ini dengan seluas-luasnya, kita ada dalam kebenaran Tuhan, sehingga kita tahu jalan yang harus kita capai dan membawa manfaat untuk kehidupan sesama.
Yohanes pasal 15 mengatakan tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, kita tidak akan berbuah tanpa Yesus/pokok anggur yang benar. Itulah pentingnya kita menyatu dengan Tuhan di dalam kesatuan yang utuh, sehingga kita tahu apa yang Tuhan mau dalam hidup kita untuk menyatakan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia dan kita tidak terjebak dalam obsesi rohani yang monumental untuk diri kita sendiri, tetapi Tuhan memanggil kita untuk perbuatan besar Allah dalam konteks kehidupan kita pada saat ini. Ketika negara/gereja masih bergumul dalam pandemi Covid-19 ini, apa yang akan kita bawa untuk karya Tuhan buat sesama kita?
Itulah panggilan kita dalam kesatuan kita dengan Allah. Kesatuan itu tidak akan tinggal diam dan terus senantiasa membagi berkatNya untuk sesama dalam kesaksian kita.
Tidak perlu memikirkan perbuatan besar apakah yang harus kita perbuat, namun sekecil apapun kita mampu berkarya dengan dibalut oleh cinta yang besar ketika kita menjalankannya. Itulah yang menjadi kesaksian buat sesama kita bahwa Kristus ada di dalam kita. Mari kita bertanya pada diri masing-masing, apa yang bisa saya karyakan untuk sesama karena anugerah penebusan Tuhan yang luar biasa pada kita? Kita tidak dapat menikmati untuk diri sendiri saja namun kita senantiasa membaginya untuk sesama, dalam karya nyata kita di tengah kehidupan. Amin.
Gereja Kristen Indonesia © 2008. Design and Development by Aqua-Genesis.