Welcome to GKI Taman Aries Website
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
(Efesus 2:19-22)
BEKERJA UNTUK TUHAN DENGAN SUKACITA
Yunus 3: 10-4:11; Mazmur 145: 1-8; Filipi 1: 21-30; Matius 20:1-16
Manusia melangsungkan hidup yang diberikan Allah, dengan bekerja. Secara otomatis, tindakan atau kegiatan bekerja, tidak dapat dipisahkan dari entitas kehidupan kita. Sebagai manusia, kita semua bekerja dan berkarya karena dipanggil oleh Allah sendiri di dalam setiap kesempatan dan waktu kehidupan yang masih ada. Akan tetapi seringnya kegiatan bekerja menjadi suatu kegiatan yang menjemukan atau malah mendatangkan keluh kesah. Entahkah mengenai berat dan lelahnya pekerjaan yang ada atau mengenai upah yang diberikan. Dengan hal seperti itu, kemudian dengan mudahnya kita bersungut-sungut.
Bersungut-sungut rupanya menjadi kebiasaan manusia pada umumnya, sejak dahulu kala. Dalam Matius 20:1-16, dikisahkan seorang tuan yang pagi-pagi benar sudah mencari para pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah sepakat upah 1 dinar sehari, maka ia menyuruh mereka bekerja di kebun anggurnya. Tetapi persoalan terjadi ketika semua pekerja tersebut, baik yang datang pagi-pagi benar maupun sore hari mendapatkan upah yang setara. Tidak lebih dan tidak kurang. Tentu saja para pekerja yang datang lebih awal ke kebun bersungut-sungut karena merasakan ketidakadilan. Mereka pun mengajukan protes. Tetapi sang Tuan menjelaskan bahwa dirinya adil karena memang itulah kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.






Sahabat Kristus, melalui perumpamaan ini Tuhan Yesus ingin menyampaikan makna sesungguhnya bekerja. Ketika kita bekerja, kita bekerja bagi Tuhan sebab setiap kesempatan pekerjaan yang ada, merupakan sebuah anugerah dari Allah kepada kita. Kita semua selaku umat ciptaan-Nya pun ketika berkarya, dipanggil untuk melihat bahwa Tuhan berotoritas atas berkat yang hendak Ia berikan kepada kita melalui kerja dan karya yang kita lakukan sehari-hari.
Melalui perenungan hari ini, hendaknya kita teringat bahwa sebagai manusia yang bekerja dan berkarya, pasti ada upahnya. Akan tetapi janganlah motivasi utama kita tertuju kepada upah, melainkan hendaknya hati kita tertuju kepada panggilan Allah yang masih melayakkan kita dan mengajak kita untuk turut ambil bagian dalam mengerjakan karya-Nya. Kita dipanggil untuk menjadi rekan-Nya di dunia.
Hendaknya dalam pekerjaan, kita mau datang bersyukur kepadaNya dan mengingat bahwa pekerjaan kita adalah kesempatan dari Tuhan, bukan sebuah beban. Perasaan lelah dan keluhan-keluhan mungkinlah sebuah fakta kewajaran di dalam kehidupan kita sebagai manusia. Akan tetapi marilah kita mengingat bahwa di dalam Tuhan, tidak ada jerih payah kita yang sia-sia. Dengan demikian kita senantiasa dimampukan bersukacita memaknai pekerjaan kita sebagai karya bersama dengan Tuhan yang memanggil kita. Amin.
Gereja Kristen Indonesia © 2008. Design and Development by Aqua-Genesis.