IBADAH



Kata "Ibadah" berasal dari kata Ibrani עֲבֹדָה - 'AVODAH atau 'ABODAH (kata ini serumpun dengan bahasa Arab yang kemudian diserap dalam bahasa Indonesia 'ibadah'). Makna kata "Ibadah" dan "Ibadat" adalah sama,seperti kata "Arab" lainnya dalam bahasa Indonesia, misalkan "Amanah" dan "Amanat".
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata "ibadah" adalah: Perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Akar kata: עֲבֹדָה - 'AVODAH atau 'ABODAH berasal dari kata dasar עָבַד 'AVAD, Ayin-Bet-Daletartinya: "mengabdi". Maksud kata 'AVODAH’ dalam hukum Taurat dan Kitab para Nabi adalah penyembahan di dalam Kemah Suci atau Bait Allah yang merupakan titik pusat ibadah dalam arti umum, yaitu ketaatan pada perintah-perintah Allah dan pengabdian kepadaNya.
Ketika bani Israel hidup dalam perbudakan di tanah Mesir, mereka berteriak minta tolong kepada Allah dan Allah pun mendengar teriakan mereka. Allah bertindak membebaskannya melalui Musa, karena Allah berpegang pada janji setiaNya terhadap nenek moyangnya, yaitu Abraham, Ishak dan Yakob (Kel.2: 23-24). Melalui Musa, Allah minta Firaun untuk membebaskan umatNya, karena bani Israel sebagai “anak sulung” (Kel.4: 22) dan menjadi “umat” Nya dan Allah menjadi Allahnya (Kel.6: 6). Bani Israel menjadi umat dan anak sulungNya supaya beribadah kepada Allah. Tujuh kali, Allah memerintahkan Musa kepada Firaun supaya umat Israel dibebaskan oleh Firaun dan beribadah kepada Allah (Kel.4: 22; 7: 16; 8: 1, 20; 9: 1, 13; 10: 3).
Setelah perjanjian antara Allah dan bani Israel sebagai umatNya, umat Israel telah diperingati untuk tidak melupakan Allah dengan mengikuti allah-allah lain (Ulangan 6: 14). Allah adalah Allah yang cemburu dan akan membinasakannya (Ulangan 6: 15; 8: 19).
Pada saat umat Israel masuk ke tempat atau negeri yang dijanjikan, penuh dengan “susu dan madu” (tidak lagi menjadi umat yang nomaden – berpindah-pindah), Yosua menantang umat Allah agar tidak melupakan untuk tetap setia beribadah kepada Allah atau tidak menyimpang, mengkhianati, men”dua”kan Allah dengan beribadah kepada ilah-ilah yang dipercaya oleh penduduk asli di tanah Kanaan (Yosua 24: 14-15). Umat Israel harus menghargai dan menghormati Allah yang kudus.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kita sudah dapat menyimpulkan, mengapa umat Israel diperintahkan untuk beribadah kepada Allah?
Pertama, Allah membebaskan bani Israel, karena kasih setia Allah kepada nenek moyang Abraham, Ishak dan Yakob.
Kedua, Allah membuat perjanjian dengan bani Israel bahwa Allah menjadi Allah Israel. Bani Israel menjadi umatNya. Perjanjian ini terikat dengan kesetiaan dan tidak boleh dikhianati. UmatNya tidak boleh terjebak atau tergoda dengan ilah-ilah penduduk asli tanah Kanaan. Umat Israel percaya dan menyerahkan kehidupannya kepada Allah dengan sepenuh.
Ketiga, Allah dengan kasih dan kuasaNya menuntun umatNya ke tanah perjanjian yang penuh dengan susu dan madu sebagai umatNya. Bukan karena kekuatan umat Israel, tetapi sekali lagi, karena kasih karunia Allah (Ulangan 7: 6 – 8).
Keempat, umat Israel harus beribadah kepada Allah.
Sekarang menjadi pertanyaan kita, apa manfaatnya bagi kita untuk beribadah kepada Tuhan?
Pertama, kita mengucap syukur kepada Allah yang telah menolong, membebaskan dan menyelamatkan kita.
Kedua, penulis kitab Ibrani (10: 25) mengingatkan kita, supaya kita jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita. Mengapa? Sebab, dalam pertemuan ibadah tersebut ada nasehat, penghiburan bahkan peringatan dari Allah. Kita menyadari bahwa kita manusia yang lemah, terbatas dan pelupa. Sebaliknya, kehidupan dunia yang kita hadapi, penuh dengan kekerasan dan kejahatan. Oleh sebab itu kita butuh nasehat Firman Tuhan dalam menjalani kehidupan ini, supaya kita tidak mudah jatuh dalam dosa.
Ketiga, kita berjumpa dengan sesama dalam persekutuan/ibadah tersebut.
Bagaimana sikap kita dalam beribadah kepada Tuhan?
1. Beribadah bukan menjadi sesuatu yang biasa dan rutin, sehingga membuat kita bersikap biasa-biasa saja. Beribadah bukan terpaksa dan dipaksa, tetapi mempunyai suatu kerinduan untuk datang kepada Allah dan berjumpa dengan sesama kita.
2. Siapkan waktu untuk beribadah. Jangan menjadi suatu kebiasaan/tradisi bahwa anda datang terlambat untuk beribadah. Masalah datang terlambat beribadah, menjadi perhatian yang serius bagi kita saat ini. Mengapa? Sebab, menurut pengamatan penulis, separuh dari jumlah total jemaat yang hadir dalam kebaktian adalah datang terlambat. Kalau anda tidak tahu jam ibadah, sehingga datang terlambat, maka dapat dimaklumi. Kenyataannya tidak demikian. Anggota jemaat maupun simpatisan yang datang terlambat sudah mempunyai sifat, habit terlambat. Ini dianggap sepele oleh saudara-saudara kita. Seandainya Tuhan Yesus hadir dalam ibadah dan melihat anda terlambat, maka saya yakin Tuhan Yesus sedih. Sebab, anda tidak menghargai dan menghormati Tuhan. Para jemaat yang datang terlambat sangat mengganggu jemaat lain yang sudah datang lebih awal dan menikmati ibadah dengan khusyuk, apalagi dalam kondisi SAAT TEDUH atau BERDOA.
3. Jangan masuk ke dalam ruang ibadah pada kondisi SAAT TEDUH dan BERDOA.
4. Bila anda membawa anak kecil yang masih rewel, maka anda dan anak beribadah di ruang bayi. Bila anak anda rewel, maka itu sangat menganggu konsentrasi pendeta yang berkotbah dan jemaat lain yang mendengarkan Firman Tuhan.
5. Siapkan uang persembahan di rumah dengan baik, tulus dan sungguh-sungguh. Bila anda tidak mempersiapkan uang persembahan di rumah, maka terkesan terpaksa dan anda akan “kecewa atau menyesal”.
6. Berpakaian yang rapih dan sopan.
7. Tidak berbicara dengan orang di sebelah anda pada saat kolekte atau Paduan Suara bernyanyi.
8. Biasakan pulang ibadah, bila kebaktian sudah selesai. Maksudnya, jangan datang terlambat dan pulang sebelum berkat. Ibadah bukan hanya kotbah. Ibadah bukan hanya kolekte saja. Ibadah adalah dari awal (votum salam) sampai berkat dan saat teduh pulang.
9. Jaga barang masing-masing dengan aman dan tidak saling mencurigai.
Article List of GKI Taman Aries
Gereja Kristen Indonesia © 2008. Design and Development by Aqua-Genesis.