ARTIKEL WARTA JEMAAT – 15 SEPTEMBER 2013 Dengan ini disampaikan kepada Jemaat, artikel Warta Jemaat - Minggu, 15 September 2013, yang seharusnya diterbitkan.



SINKRETISME (3)
Rasul Paulus dalam perjalanan Pemberitaan Injilnya sering menghadapi jerat-jerat sinkretisme seperti misalnya di Atena dimana ia menghadapi penyembah berhala dan golongan Epikuri yang bercirikan rasionalisme dan Stoa yang bercirikan mistisisme (Kisah Para Rasul 17:16-34), dan di Efesus ada godaan penyembahan dewi Artemis (Kisah Para Rasul 19:21-40). Tetapi Rasul Paulus dengan tegas memberitakan Injil yang benar dan "ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitannya" (Kisah Para Rasul 17:18), dan bahwa "Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia" (Kisah Para Rasul 17:24).
Sinkretisme dengan berhala-berhala Romawi dikritik Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma (Roma 1:18-32), bahkan dalam jemaat Korintus, Paulus menghadapi sinkretisme dengan Rasionalisme (I Korintus 1:18-2:5) tetapi tidak lepas adanya sinkretisme dengan tradisi penyembahan berhala (I Korintus 8). Dalam suratnya kepada jemaat Galatia, Paulus mengingatkan bahaya sinkretisme dengan adat istiadat Yahudi dan Tauratisme (Galatia 2-3). Dalam suratnya pada jemaat di Kolose, Rasul Paulus mengatakan: "Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus" (Kolose 2:8).
Menghadapi kecenderungan yang sinkretistik dengan paham-paham filsafat menurut ajaran tradisi dan roh-roh dunia itu, dengan tegas rasul Paulus mengingatkan jemaat di Kolose agar tetap berpegang kepada Kristus: "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan di bangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur" (Kolose 2:6-7).
Rasul Yohanes dalam kitab Wahyu menghadapi ke tujuh sidang jemaat di Asia kecil yang berada dalam godaan sinkretisme dengan berbagai-bagai ajaran, tetapi ia selalu mengatakan agar umat Kristen "tidak meninggalkan kasih yang mula-mula ... agar setia sampai mati ... dan menang!" (Wahyu 2-3).
Bersambung . . .
Pdt. Nurkiana Simatupang
Article List of GKI Taman Aries
Gereja Kristen Indonesia © 2008. Design and Development by Aqua-Genesis.