Lembar Bina PEMILIHAN PENATUA – GEREJA KRISTEN INDONESIA GKI TAMAN ARIES



Tidak terasa bagi kita bahwa pada saatnya, kita harus mengadakan Pemilihan Penatua.
Dalam pemilihan penatua ini; maka kita mencoba memahami beberapa hal yang patut kita pelajari.

1. SIAPAKAH DAN APAKAH : PENATUA dan MAJELIS JEMAAT?

Banyak orang masih mempunyai pemahaman yang keliru tentang perbedaan Majelis Jemaat dan Penatua. Contoh: Si “A” adalah majelis jemaat. Majelis Jemaat berbeda dengan Penatua.
Majelis Jemaat adalah nama lembaga, yang terdiri dari unsur penatua (termasuk pengerja yang dulu disebut Tua-Tua Khusus; sekarang disebut Penatua saja) dan Pendeta.

Majelis Jemaat adalah pimpinan lembaga yang memimpin jemaat GKI Taman Aries untuk bertumbuh, dan mewakili jemaat GKI Taman Aries untuk kegiatan-kegiatan keluar.
Sementara itu, penatua adalah jabatan gerejawi yang diberikan kepada seseorang yang terpilih dalam pemilihan penatua, dengan masa jabatan 3 tahun untuk 2 periode.

2. JABATAN GEREJAWI

Dalam Tata Gereja GKI, terbitan tahun 2003, pasal 9 halaman 28-29, menjelaskan Jabatan Gerejawi, sebagai berikut:
a. Penatua (disingkat Pnt.)
b. Pendeta (disingkat Pdt.)

3. HAK ANGGOTA JEMAAT (Pasal 68)

ANGGOTA SIDI

1. TANGGUNG JAWAB
a. Melaksanakan misi gereja yaitu mewujudkan persekutuan serta melaksanakan kesaksian dan pelayanan secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, dalam dan melalui kehidupan serta pekerjaan pribadi maupun keluarga, dalam dan melalui kehidupan serta kelembagaan gereja maupun secara langsung di masyarakat.
b.Melaksanakan pembangunan jemaat, pembangunan klasis, pembangunan sinode wilayah, dan pembangunan sinode secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dan dengan pimpinan para pejabat gerejawi serta para pemimpin gereja lainnya, dengan:
1) Memberdayakan diri bagi kehidupan dan karya Jemaat, Klasis, Sinode Wilayah, dan Sinode.
2) Berperanserta dalam penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja dan anggaran Jemaat, Klasis, Sinode Wilayah dan Sinode.
3) Berperanserta dalam penyusunan struktur pelayanan dan struktur organisasi Jemaat, Klasis, Sinode Wilayah, dan Sinode.
4) Berperanserta dalam proses-proses komunikasi dalam Jemaat, Klasis, Sinode Wilayah, dan Sinode.
5) Berperanserta dalam proses-proses pengambilan keputusan dalam Jemaat, Klasis, Sinode Wilayah, dan Sinode.
6) Berperanserta dalam penanganan dan penyelesaian terhadap masalah-masalah yang muncul dalam Jemaat, Klasis, Sinode Wilayah dan Sinode.
c. Memahami, menghayati, dan berpegang pada pengakuan iman, ajaran GKI, serta Tata Gereja dan Tata Laksana GKI.

2. HAK
a. Mendapatkan penggembalaan
b. Menerima pelayanan sakramen
c. Menerima pelayanan peneguhan dan pemberkatan pernikahan
d. Memilih pejabat gerejawi dan dipilih menjadi pejabat gerejawi.
e. Menjadi anggota pengurus badan pelayanan jemaat, badan pelayanan klasis, badan pelayanan sinode wilayah, dan badan pelayanan sinode.
f. Mengajukan peninjauan ulang dan banding.

4. LINGKUP DAN SARANA PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN KEPEMIMPINAN (Pasal 81)

Tugas penatua dan pendeta dilaksanakan :
1. Di lingkup Jemaat dalam dan melalui Majelis Jemaat dan Badan Pekerja Majelis Jemaat (jika terdapat Badan Pekerja Majelis Jemaat).
2. Di lingkup Klasis dalam dan melalui Majelis Klasis dan Badan Pekerja Majelis Klasis.
3. Di lingkup Sinode Wilayah dalam dan melalui Majelis Sinode Wilayah dan Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah.
4. Di lingkup Sinode dalam dan melalui Majelis Sinode dan Badan Pekerja Majelis Sinode.

5. PENATUA (Pasal 82)

1. TUGAS
Dalam kerangka pembangunan gereja untuk melaksanakan pelayanan kepemimpinan, tugas penatua, adalah :

1. Tugas Umum
a. Mempelajari dan mendalami Firman Allah
b. Berdoa untuk dan bersama dengan anggota
c. Mendorong anggota untuk mengikuti dan berperanserta dalam kebaktian.
d. Memperlengkapi dan memberdayakan anggota bagi tugas-tugas mereka di gereja dan bagi tugas-tugas misioner mereka di masyarakat.
e. Melaksanakan penggembalaan umum, dengan perhatian khusus kepada mereka yang sakit, berduka, dalam kesulitan, dan menghadapi kematian.
f. Melaksanakan penggembalaan khusus.
g. Melaksanakan pelayanan ke dalam.
h. Melaksanakan kesaksian dan pelayanan ke luar
i. Melaksanakan pendidikan dan pembinaan.
j. Memperhatikan dan menjaga ajaran.

2. Tugas Kepemimpinan Struktural
Melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai anggota Majelis Jemaat, Majelis Klasis, Majelis Sinode Wilayah dan Majelis Sinode.

2. SYARAT (Pasal 83)
1. Komitmen
a. Menghayati panggilan sebagai penatua yang adalah panggilan spiritual dari Allah melalui GKI dan bersedia hidup dalam anugerah Tuhan.
b. Bersedia melaksanakan tugas penatua dengan segenap hati dan dengan kesetiaan dalam peran sebagai gembala, pengajar, teladan dan penatalayan.
c. Bersedia menunjukkan kelakuan yang sesuai dengan Firman Allah.
d. Bersedia memegang ajaran GKI.
e. Memahami dan menghayati Visi & Misi GKI.
f. Memahami, menyetujui, dan menaati Tata Gereja dan Tata Laksana GKI.
g. Menghayati dan menjalani panggilannya bersama dengan orang lain.

2. Karakter
a. Rendah hati
b. Rela berkurban untuk orang lain
c. Peduli kepada mereka yang lemah
d. Jujur
e. Rajin
f. Tulus
g. Pengampun
h. Tidak membeda-bedakan orang lain
i. Dapat dipercaya, khususnya dalam memegang rahasia jabatan

3. Kemampuan
a. Mampu memimpin
b. Dapat bekerjasama dengan orang lain
c. Mampu hidup dalam konteks yang penuh kepelbagaian
d. Mampu belajar secara mandiri
e. Mampu menjadi agen pembaruan dalam lingkup hidup individual, gerejawi dan kemasyarakatan.

4. Administratif
a. Sekurang-kurangnya sudah dua (2) tahun menjadi anggota sidi
b. Sekurang-kurangnya sudah dua (2) tahun menjadi anggota di jemaat yang terkait dan telah aktif melayani di Jemaat itu.

5. Pelengkap
a. Suami atau istrinya tidak menjadi batu sandungan
b. Tidak mempunyai hubungan suami-istri, mertua-menantu, orang tua-anak, saudara sekandung, dengan pejabat gerejawi dari jemaat yang sama.
c. Tidak memangku jabatan gerejawi dari gereja lain.

3. MASA PELAYANAN (Pasal 80)
1. Masa pelayanan penatua adalah tiga (3) tahun sesuai dengan masa jabatannya.
2. Pada dasarnya, demi pemberdayaan anggota untuk menjadi penatua, seorang penatua menjalankan pelayanannya untuk satu (1) kali masa pelayanan saja.
3. Jika sangat dibutuhkan, yaitu jika dalam Jemaat tidak ada calon baru yang dapat dipilih, seorang penatua dapat dipilih dan diteguhkan kembali untuk satu (1) kali masa pelayanan. Sesudah itu, ia tidak dapat dipilih dan diteguhkan kemali untuk waktu sekurang-kurangnya satu (1) tahun.
4. Penatua yang duduk atau terpilih dalam Badan Pekerja Majelis Klasis, atau Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah, atau Badan Pekerja Majelis Sinode, masa pelayanannya dalam Jemaat dengan sendirinya diperpanjang sesuai dengan masa pelayanannya pada badan-badan yang lebih luas itu. Untuk masa perpanjangan ini Majelis Jemaat memberikan surat perpanjangan masa pelayanan tanpa melakukan peneguhan atas diri yang bersangkutan. Hal tersebut diwartakan dalam warta jemaat.

4.PENGAKHIRAN & PENANGGALAN JABATAN PENATUA (Pasal 92,93,94)

Pasal 92 - PENGERTIAN
1. Pengakhiran jabatan penatua dikenakan kepada penatua yang menyelesaikan pelayanannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, atau yang oleh sebab-sebab tertentu yang tidak bersifat pelanggaran terhadap hakikat kepenatuaannya menyebabkan ia tidak bisa melanjutkan pelayanannya.
2. Penanggalan jabatan penatua dikenakan kepada penatua yang karena sebab-sebab tertentu yang bersifat pelanggaran terhadap hakikat kepenatuaannya menyebabkan ia harus ditanggalkan jabatannya.

Pasal 93 - PENGAKHIRAN JABATAN PENATUA
1. Jabatan seorang penatua diakhiri jika :
a. Ia sudah menjalankan tugas pelayanannya sesuai dengan masa jabatan dan masa pelayanannya.
b. Ia tinggal di luar kota atau di luar negeri lebih dari enam (6) bulan, sehingga ia tidak dapat melaksanakan tugas pelayanannya.
c. Ia tidak dapat melayani lebih lanjut karena sakit
d. Ia mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan-alasan lain yang dapat diterima oleh Majelis Jemaat
e. Ia pindah menjadi anggota Jemaat lain.
f. Ia pindah menjadi anggota gereja lain yang seajaran.
2. Pengakhiran jabatan penatua diwartakan kepada Jemaat selama dua (2) hari Minggu berturut-turut dan dilakukan dalam Kebaktian Minggu. Majelis Jemaat memberikan Piagam Pengakhiran Jabatan Penatua kepada para penatua yang berakhir jabatan gerejawinya yang formulasinya dimuat dalam Peranti Administrasi.

Pasal 94 – PENANGGALAN JABATAN PENATUA
1. Jabatan seorang penatua ditanggalkan sebelum masa jabatan dan masa pelayanannya berakhir jika :
a. Ia pindah menjadi anggota gereja lain yang tidak seajaran
b. Ia berada dibawah penggembalaan khusus.
2. Penanggalan jabatan dilakukan oleh Majelis Jemaat dengan memberikan Surat Keputusan Penanggalan Jabatan. Penanggalan jabatan tersebut diwartakan dalam warta jemaat selama dua (2) hari Minggu berturut-turut.

6. PEMANGGILAN (Pasal 84,85,86,87)
A. PEMILIHAN

Pasal 84 – DASAR PEMANGGILAN
1. Pemanggilan penatua pada hakikatnya adalah dari Tuhan Yesus Kristus sendiri yang dilaksanakan oleh gereja melalui prosedur gerejawi.
2. Melalui prosedur gerejawi, anggota dan pejabat gerejawi yang melakukan proses pemanggilan pada hakikatnya dipakai oleh Tuhan Yesus Kristus menjadi alat untuk melaksanakan kehendak-Nya. Karena itu, prosedur gerejawi itu dilaksanakan melaluli pergumulan iman anggota dan pejabat gerejawi melalui doa.

Pasal 85 – TAHAP PENCALONAN
1. Majelis Jemaat dalam persidangannya menetapkan kebutuhan penatua baru, baik dalam jumlah maupun menurut fungsi pelayanannya.
2. Selama tiga (3) hari Minggu berturut-turut, Majelis Jemaat mewartakan rencana pemanggilan penatua dan meminta masukan nama-nama bakal calon dari anggota dan pejabat gerejawi berdasarkan jumlah dan fungsi pelayanan yang dibutuhkan.
Dalam warta itu disampaikan juga syarat-syarat penatua sebagaimana yang tercantum dalam Tata Laksana Pasal 83, dan penegasan agar potensi anggota yang ada di Jemaat diberdayakan bagi jabatan penatua.
3. Anggota sidi, penatua, dan pendeta menyampaikan nama-nama bakal calon secara tertulis selambat-lambatnya dua (2) minggu setelah warta terakhir. Sesuai dengan makna panggilan jabatan gerejawi, anggota sidi dan penatua tidak diperkenankan mencalonkan dirinya sendiri.
4. Majelis Jemaat menyusun daftar bakal calon berdasarkan masukan yang diterima dari anggota sidi, penatua dan pendeta.

Pasal 86 – TAHAP PENETAPAN
1. Majelis Jemaat, setelah bergumul dalam doa dan mempertimbangkan dengan masak, menetapkan calon-calon penatua dari nama-nama bakal calon yang diajukan oleh anggota sidi, penatua, dan pendeta dalam Persidangan Majelis Jemaat. Dalam hal ini Majelis Jemaat harus juga mempertimbangkan potensi anggota dan kaderisasi.
2. Majelis Jemaat melawat calon-calon yang sudah ditetapkan untuk meminta kesediaan mereka menerima panggilan sebagai penatua setelah menjelaskan tentang panggilan ini dan tugas-tugasnya.
3. Majelis Jemaat menetapkan calon-calon yang telah menyatakan kesediaannya.
4. Majelis Jemaat mewartakan dalam warta jemaat nama dan alamat calon-calon tersebut serta waktu peneguhannya selama tiga (3) hari Minggu berturut-turut, agar anggota ikut mendoakan dan mempertimbangkannya.
5. Jika tidak ada keberatan yang sah dari anggota sidi setelah warta terakhir, calon penatua diteguhkan ke dalam jabatannya.
6. Keberatan dinyatakan sah jika :
a. Diajukan tertulis secara pribadi dengan mencantumkan nama dan alamat yang jelas serta dibubuhi tanda tangan atau cap ibu jari dari anggota yang mengajukan keberatan tersebut dan tidak merupakan duplikasi dari surat keberatan yang lain mengenai hal yang sama.
b. Isinya mengenai tidak terpenuhinya syarat sebagaimana yang tercantum dalam Tata Laksana Pasal 83.
c. Isinya terbukti benar sesuai dengan hasil penyelidikan Majelis Jemaat.
7. Jika ada keberatan yang sah, pelaksanaan peneguhannya dibatalkan. Hal itu diberitahukan kepada calon dan kepada yang mengajukan keberatan tersebut serta diwartakan dalam warta jemaat.
8. Keberatan yang dinyatakan tidak sah oleh Majelis Jemaat akan diberitahukan kepada yang mengajukan.

Pasal 87 – TAHAP PEMBEKALAN
1. Sebelum diteguhkan ke dalam jabatan penatua, calon penatua harus mengikuti pembekalan calon penatua sebagaimana yang diatur dalam Pedoman Pelaksanaan tentang Pembekalan Calon Penatua dan Pengembangan Penatua.
2. Calon penatua yang tidak dapat mengikuti pembekalan karena alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, dapat memasuki Tahap Peneguhan tetapi ia harus mengikuti acara pembekalan pada tahun berikutnya.

B. PENEGUHAN (Pasal 88-89)

Pasal 88 – TAHAP PENEGUHAN
1. Peneguhan penatua dilaksanakan dalam Kebaktian Minggu atau Kebaktian Hari Raya Gerejawi atau Kebaktian Pelembagaan Jemaat, dengan menggunakan Liturgi Peneguhan Penatua.
2. Peneguhan penatua dilayankan oleh pendeta.
3. Majelis Jemaat memberikan Piagam Peneguhan Penatua yang formulasinya dimuat dalam Peranti Administrasi.

Pasal 89 – JADWAL
Proses kepenatuaan dilaksanakan sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan tentang Jadwal Proses
Kepenatuaan.


JADWAL PEMILIHAN PENATUA – GKI TAMAN ARIES

Kegiatan : Pewartaan nama-nama Penatua yang turun dan tidak dapat dipilih kembali; penatua yang turun dan dapat dipilih kembali; penatua yang masih menjabat.
Tanggal : 22,29 September 2013
6 Oktober 2013

Kegiatan : Pembagian formulir pemilihan penatua dan pengembalian formulir
Tanggal : 13,20,27 Oktober 2013
Usai Kebaktian Umum III - Pkl.18.30

Kegiatan : Rapat Panitia Pemilihan Penatua.
Tanggal : 27 Oktober 2013
Usai Kebaktian Umum III - Pkl.18.30

Kegiatan : Laporan panitia pemilihan penatua kepada Persidangan Majelis Jemaat Bulan November 2013
Tanggal : 17 November 2013

Kegiatan : Menghubungi Calon Penatua
Tanggal : 18 November 2013 s/d Januari 2014

Kegiatan : Pewartaan nama-nama Calon Penatua dan sekaligus surat keberatan Anggota Jemaat terhadap calon penatua tersebut. Batas waktu keberatan.
Tanggal : Minggu I s/d Minggu III Februari 2014

Kegiatan : Peneguhan Penatua
Tanggal : Maret 2014




KOTAK PENGEMBALIAN FORMULIR
PEMILIHAN PENATUA
Pengembalian Formulir Pemilihan Penatua yang sudah diisi dapat dimasukkan ke dalam kotak yang sudah disediakan di depan pintu gereja seusai kebaktian.

Pengembalian formulir pemilihan penatua paling lambat Minggu, 27 OKTOBER 2013
- setelah Kebaktian Umum III (pukul 18.30 WIB)
Article List of GKI Taman Aries
Gereja Kristen Indonesia © 2008. Design and Development by Aqua-Genesis.